MENINGKATKAN KEMAMPUAN DASAR ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN BELAJAR INTERAKTIF DI TAMAN KANAK-KANAK KARTIKA DESA RAWA JAYA
Meningkatkan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Belajar Interaktif Di Taman Kanak-kanak Negeri Kartika Desa Rawa Jaya
Oleh : Vicha Alfinejm.A
Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
vichaarabella43@gmail.com
Abstrak
Pengembangan kemampuan dasar anak usia dini sangat penting sebagai fondasi menuju jenjang pendidikan selanjutnya. Artikel ini membahas implementasi kegiatan belajar interaktif di Taman Kanak-Kanak Negeri Kartika Desa Rawa Jaya dalam meningkatkan kemampuan dasar anak, meliputi aspek kognitif, bahasa, motorik, sosial emosional, dan seni. Melalui pendekatan partisipatif, permainan edukatif, dan dukungan guru serta orang tua, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sekaligus bermakna. Hasil kegiatan menunjukkan anak lebih aktif, kreatif, dan percaya diri dalam belajar. Dengan demikian, pembelajaran interaktif di TK Negeri Kartika terbukti efektif dalam menumbuhkan potensi anak sejak usia dini.
Kata kunci : kemampuan dasar, anak usia dini, belajar interaktif, TK Negeri Kartika
Abstarct
The development of early childhood fundamental skills is crucial as a foundation for the next level of education. This article discusses the implementation of interactive learning activities at Kartika State Kindergarten in Rawa Jaya Village to enhance children’s basic abilities, including cognitive, language, motor, socio-emotional, and artistic aspects. Through participatory approaches, educational games, and the support of teachers and parents, learning becomes more engaging and meaningful. The findings show that children become more active, creative, and confident in the learning process. Thus, interactive learning at Kartika State Kindergarten has proven effective in fostering children’s potential from an early age.
Keywords : fundamental skills, early childhood, interactive learning, Kartika State Kindergarten
PENDAHULUAN
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu bentuk kegiatan pendidikan, penelitian, sekaligus pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai bagian dari Perguruan Tinggi. Dalam KKN, mahasiswa diterjunkan langsung ke tengah masyarakat dalam jangka waktu tertentu untuk belajar memahami kehidupan sosial, sekaligus menerapkan ilmu pengetahuan, dan pengalaman yang telah diperoleh di bangku salah satunya adalah bidang pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal.
Usia dini dikenal sebagai masa emas (golden age) di mana anak mengalami pertumbuhan pesat dalam berbagai aspek perkembangan. Pada rentang usia 0–6 tahun, stimulasi yang diberikan akan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan anak dalam menempuh pendidikan selanjutnya. (Suryana, 2019).
Di TK Negeri Kartika Desa Rawa Jaya, pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga kurang variatif dan belum mendorong kreativitas anak. Hal ini menuntut guru menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan partisipatif .
Belajar interaktif merupakan salah satu pendekatan yang diyakini mampu menjawab tantangan tersebut. Melalui kegiatan belajar yang partisipatif, anak-anak tidak hanya menerima informasi tetapi juga mengalami, mencoba, dan berinteraksi langsung. Pendekatan ini sesuai dengan prinsip belajar anak usia dini, yaitu belajar melalui bermain (learning by playing). (Mulyasa, 2017).
Metode Lokasi dan Subjek Penelitian
Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan secara mendalam di TK Negeri Kartika Desa Rawa Jaya. Fokus penelitian diarahkan untuk memahami dinamika pembelajaran interaktif dalam konteks nyata kehidupan sekolah.
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi langsung terhadap aktivitas anak, baik di dalam kelas maupun di luar kelas, untuk melihat partisipasi mereka dalam kegiatan belajar interaktif. Menurut Fitriani & Hidayat (2020), observasi merupakan teknik penting dalam penelitian PAUD karena dapat memberikan gambaran nyata mengenai keterlibatan anak dalam proses belajar.
wawancara mendalam dengan guru untuk menggali lebih jauh mengenai strategi pembelajaran yang diterapkan, kendala yang dihadapi, serta inovasi yang dikembangkan dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif. Wiyani (2016) menjelaskan bahwa wawancara dengan guru dapat membantu peneliti memahami praktik pembelajaran sekaligus memperoleh perspektif langsung dari pendidik sebagai fasilitator utama.
Data penelitian kemudian diperkuat dengan dokumentasi, seperti gambar yang mencerminkan perkembangan kemampuan dasar mereka di berbagai aspek. Kurniati (2017) menyatakan bahwa dokumentasi hasil karya anak tidak hanya menjadi bukti perkembangan keterampilan, tetapi juga memberikan gambaran konkret tentang keberhasilan strategi pembelajaran yang diterapkan di kelas.
Pembahasan :
Meningkatkan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Belajar Interaktif Di TK Negeri Kartika Desa Rawa Jaya
Meningkatkan kemampuan dasar anak usia dini melalui kegiatan belajar interaktif di TK Negeri Kartika Desa Rawa Jaya merupakan strategi pendidikan yang penting untuk mengoptimalkan masa emas perkembangan anak. Belajar interaktif memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi, berinteraksi dengan teman sebaya, serta mengasah kreativitas dalam suasana yang menyenangkan.
1. Pentingnya Pembelajaran Interaktif
Pembelajaran interaktif memberi ruang bagi anak untuk aktif, bereksperimen, dan berinteraksi. Menurut Yuliani & Nurhidayah (2021), kegiatan interaktif dapat meningkatkan kemampuan kognitif sekaligus menumbuhkan keterampilan sosial emosional anak. Selain itu, suasana belajar yang menyenangkan membuat anak lebih termotivasi dan disiplin dalam mengikuti kegiatan.
2. Bentuk Implementasi di TK Negeri Kartika Desa Rawa Jaya
Beberapa kegiatan interaktif yang diterapkan antara lain:
a. Permainan edukatif: anak mengenal angka dan huruf melalui balok,dan puzzle.
b. Bercerita: Anak berani untuk bercerita tentang pengalamanya.
c. Kegiatan kelompok: anak membuat kolase dari origami untuk melatih kerjasama.
d. Bernyanyi bersama : Anak berani untuk bernyanyi dan menari.
3. Dampak terhadap Kemampuan Dasar Anak
Hasil observasi menunjukkan peningkatan pada berbagai aspek:
Kognitif: anak lebih cepat mengenal huruf dan angka.
Bahasa : anak berani berbicara,bercerita dan bertanya.
Motorik: keterampilan motorik halus terlatih melalui menggambar dan menempel, sedangkan motorik kasar berkembang melalui permainan fisik.
Sosial emosional: anak lebih percaya diri, disiplin, serta mampu bekerja sama.
Seni : anak mampu berkreasi melalui kegiatan menyanyi.
4. Tantangan dan Solusi
Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan jumlah guru sehingga perhatian pada anak kurang merata dan variasi pembelajaran terbatas.Solusinya, sekolah dapat melibatkan guru honorer atau relawan,mendorong peran orang tua,memanfaatkan media pembelajaran sederhana,serta memberikan pelatihan bagi guru agar lebih kreatif.
Kesimpulan
kegiatan belajar interaktif memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan dasar anak usia dini. Melalui penerapan strategi interaktif seperti permainan edukatif, bercerita, kerja kelompok,anak-anak mampu belajar secara kreatif, dan menyenangkan.
Secara khusus, pembelajaran interaktif terbukti mampu meningkatkan perkembangan anak dalam berbagai aspek. aspek kognitif, aspek motorik anak, baik motorik halus maupun kasar, aspek sosial emosional,dan aspek seni.
Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa pembelajaran interaktif merupakan pendekatan yang sangat efektif dan relevan untuk diterapkan di lembaga TK Negeri Kartika Desa Rawa Jaya. Apabila dilaksanakan secara konsisten maka anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
Fitriani, N., & Hidayat, R. (2020). Strategi guru dalam mengembangkan kemampuan dasar anak usia dini melalui bermain. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 45–56.
Kurniati, E. (2017). Model pembelajaran berbasis bermain untuk mengembangkan kemampuan sosial anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 11(1), 15–28.
Mulyasa, E. (2017). Manajemen PAUD. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suryana, D. (2019). Stimulasi dan Aspek Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Prenadamedia Group.
Wiyani, N. A. (2016). Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Gava Media.
Yuliani, S., & Nurhidayah, E. (2021). Implementasi pembelajaran interaktif berbasis permainan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(2), 123–132.
LAMPIRAN
1. Belajar menempel origami bende
2. Belajar membuat Lingkaran
3. Anak-anak Mewarnai
4. Bermain balok bersama anak-anak
5. Memberikan Kenangan kepada kepala sekolah
6. Memberikan Kenangan kepada
pak kades
Komentar
Posting Komentar